Sudut Media, Sukabumi (13/1/26) KH Masthuro pendiri Pesantren Al-Masthuriyah Sukabumi yang lahir pada 1920 dan mendirikan pesantren pada usia 19 tahun, mengalami pengalaman pendidikan yang unik.
Memilai didikan agama dari orangtuanya KH Asror yang kebetulan menjadi Penghulu atau tokoh agama di kampungnya. Tentu saja diawali dengan bacaan dan kajian Al-Quran.

Setelah itu beliau melanjutkan ke Ajengan Qortubi di Talaga Caringin. Disini mulai dikenalkan kitab kuning.
Setelah itu beliau juga mengaji ke Babakan Sirna Cicurug dan mengaji juga kepada Mana Hasan Basri Babakan Cicurug.
Selanjutnya beliau melanjutkan ke Cantayan kepada KH Ahmad Sanusi yang sekarang dinobatkan sebagai pahlawan nasional.
Selanjutnya beliau juga mengaji di pesantren pintu hek Sukabumi
Selanjutnya beliau belajar di sekolah Ahmadiyah Sukabumi. Sekolah Ahmadiyah ini tidak ada hubungan dengan nama aliran dalam Islam. Disini beliau mengadopsi pesantren klasikal.
Setelah mukim dan mengajar di pesantren, beliau juga berguru kepada Habib Syech bin Salim al-Attas di Sukabumi yang kuburannya terletak berdampingan atas permintaan gurunya.
Dari data yang terkumpul, pendidikan KH Masthuro hanya dilakukan di Sukabumi saja dan tidak berlangsung lama.
(kbk)









