Sukadamai, Sabtu (17 Januari 2026) – Sebuah momen sederhana namun penuh makna dialami saat kami bersama rekan-rekan tengah menelusuri perjalanan di Desa Sukadamai, khususnya Dusun 6 dan Dusun 5. Dengan niat awal untuk mendata setiap gang sebagai bagian dari kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN), langkah kaki justru disambut dengan kehangatan dan kedermawanan warga setempat.
Di tengah perjalanan, tanpa janji dan tanpa maksud lain selain menyapa, beberapa warga dengan tulus menawarkan buah jambu yang mereka miliki kepada para peserta KKN. Tawaran tersebut datang secara spontan, mencerminkan kebiasaan masyarakat Sukadamai yang menjunjung tinggi nilai kebersamaan dan kepedulian sosial.

Salah satu peserta KKN mengungkapkan kesan mendalam atas pengalaman tersebut. “Kami benar-benar tidak menyangka, hanya lewat untuk mendata gang, tapi warga dengan ramah langsung menawarkan jambu. Hal sederhana seperti ini justru sangat membekas dan membuat kami merasa diterima sebagai keluarga,” ujarnya.
Gestur sederhana ini menjadi gambaran nyata kuatnya rasa empati dan keikhlasan warga Desa Sukadamai. Meski hanya berupa buah jambu, makna yang terkandung di dalamnya mencerminkan sikap saling berbagi dan keramahan yang masih terjaga di tengah masyarakat.
Kegiatan pendataan gang yang awalnya bersifat administratif pun berubah menjadi perjalanan penuh cerita dan pembelajaran sosial. Setiap senyum, sapaan, serta pemberian tulus dari warga menjadi bukti bahwa Desa Sukadamai tidak hanya kaya secara wilayah, tetapi juga kaya akan nilai kemanusiaan.
Editor : Elsa Elyanti Suherman









