Cimanggis, Cicantayan – Desa Cimanggis telah lama dikenal sebagai “Rumah” bagi si Ratu Buah. Di tanah ini, pohon-pohon manggis menjulang tinggi, menjadi saksi bisu kejayaan ekspor yang pernah mengharumkan Kabupaten Sukabumi hingga ke pasar mancanegara. Namun empat tahun terakhir, kemegahan itu seolah terkunci rapat dalam keheningan. Tak ada lagi tawa riuh petani di masa panen, tak ada lagi hilir mudik truk yang mengangkut buah ungu kehitaman tersebut.
Kami, mahasiswa KKN Kelompok 04 Institut Al-Masthuriyah, masuk ke desa cimanggis dan mendapatkan kenyataan pahit yang dialami para petani. Dari hasil observasi dan bincang-bincang kami dengan warga lokal, terungkap sebuah misteri yang memprihatinkan, sudah hampir empat tahun lamanya pohon-pohon manggis disini enggan berbuah.


Bukan Sekedar Cuaca, Tapi Luka Alam?
Secara kasat mata, anomali cuaca menjadi tertuduh utama. Hujan yang turun dari luar musimnya – sebuah “kemarau basah” – membuat pohon manggis terus menerus menumbuhkan daun baru, seolah lupa cara untuk berbunga. Namun, keresahan warga tidak berhenti disana. Beberapa narasi yang berkembang di Masyarakat juga menyinggung tentang perubahan lingkungan yang kian masif.
Keberadaan Kawasan industri yang semakin mendekat dan alih fungsi lahan memicu pertanyaan besar, Apakah mikrolimat Desa Cimanggis telah berubah secara permanen? Apakah ada polutan yang tak kasat mata ikut mengganggu kesuburan tanah dan kualitas udara di lereng cicantayan ini?
Dampak Ekonomi Yang Menggurita?
Kondisi “Mati Suri” – nya Perkebunan manggis ini bukan hanya masalah botani, melainkan hantaman ekonomi yang nyata bagi warga desa cimanggis, petani yang dulu menggantungkan hidup dari hasil ekspor, kini harus memutar otak mencari sumber
penghasilan lain. Ada rasa Lelah yang mulai menghinggapi : perawatan pohon mulai berkurang karena harapan akan panen yang tak kunjung datang.
Hadirnya Mahasiswa : Mencari Titik Terang
Kehadiran kami, KKN Kelompok 04 Institut Al-Masthuriyah. Di Tengah kemelut ini adalah untuk mendengarkan dan mencoba memetakan masalah tersebut, kami percaya bahwa masalah manggis di Desa Cimanggis memerlukan perhatian serius dari berbagai pihak – mulai dari pakar pertanian hingga Pemerintahan Daerah.
Terakhir semoga tidak ada yang tersinggung ya:)
Melalui Artikel ini, kami ingin menyuarakan bahwa Desa Cimanggis sedang tidak baik-baik saja. “Sang Ratu Buah” sedang tertidur lelap dan ia butuh sinergi dari kita semua – ilmu pengetahuan, kebijakan lingkungan yang tegas, dan do’a yang tulus untuk membangunkannya Kembali.
@M. Ikhsan Gunawan









