sudutharmoni.com Sukabumi – Pada 7 Januari 2025

sedang membakar sampah
di Desa Cisande, udara tidak hanya diisi oleh kicau burung, tetapi juga oleh semangat kebersamaan yang membuncah. Mengenakan almamater dan pakaian kerja, para mahasiswa KKN tampak melebur menjadi satu dengan warga setempat di area pemakaman desa.Dalam balutan pakaian bernuansa kuning dan hijau yang kontras dengan hijaunya rerumputan, para mahasiswa tidak segan turun tangan mencabut rumput liar dan mengumpulkan dahan-dahan kering.

Lebih dari Sekadar Membersihkan, Kegiatan ini bukan hanya tentang memperindah area pemakaman agar terlihat lebih asri dan tertata, namun juga tentang:
-
Merawat Tradisi: Menjaga budaya gotong royong yang menjadi urat nadi kehidupan di Desa Cisande.
-
Penghormatan: Menunjukkan rasa bakti kepada leluhur dan menjaga kesucian tempat yang disakralkan oleh warga.
-
Adaptasi Sosial: Menjadi sarana bagi mahasiswa untuk lebih mengenal karakteristik dan keramahan masyarakat desa secara langsung.
Lelah yang dirasakan seolah terbayar tuntas saat melihat area makam kini lebih bersih. Melalui kepulan asap dan tetesan keringat, mahasiswa KKN Institut Al-Masthuriyah dan warga Desa Cisande telah mengukir cerita tentang arti sebuah pengabdian yang nyata.
____
Editor : Aris Lugia









